LCN – Lombok Timur, – NTB, Momentum istimewa terjadi di Kecamatan Masbagik, Rabu (22/04/2026). Tak sekadar seremonial peresmian gedung baru, kehadiran Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, ditengah ribuan guru menjadi simbol kuatnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan napas pendidikan di Bumi Patuh Karya.
Dalam acara yang dirangkai dengan Halal Bi Halal keluarga besar PGRI Masbagik di SDN 3 Masbagik Selatan tersebut, Bupati meresmikan Gedung PGRI Kecamatan Masbagik. Namun, pesan yang disampaikan dibalik penandatanganan prasasti tersebut jauh lebih dalam dari sekadar peresmian fisik.
Bupati Haerul Warisin yang selama ini dikenal memiliki gaya kepemimpinan disiplin, akhirnya buka suara mengenai alasan dibalik ketegasannya. Menurutnya, karakter tersebut merupakan instrumen penting untuk mewujudkan visi Lombok Timur Smart.
“Ketegasan ini adalah cara agar semua target pekerjaan dan program pembangunan bisa tercapai dengan cepat dan tepat sasaran,”ungkap Bupati dihadapan para pendidik.
Ia pun meminta para guru untuk mengadopsi semangat yang sama dalam mendidik—tegas dalam prinsip, namun penuh keikhlasan dalam memberikan teladan karakter sesuai filosofi “Ing Ngarsa Sung Tuladha”.
Suasana berubah haru dan khidmat saat Bupati memberikan petuah kepada para Jemaah Calon Haji (JCH) dari kalangan guru. Beliau mengingatkan bahwa haji adalah ibadah yang menguras fisik dan menguji kesabaran.
“Tidak boleh ada emosi saat berhaji. Sabar, ikhlas, dan Lillahita’ala. Jaga lisan agar kembali ke tanah air dalam keadaan suci seperti bayi yang baru lahir,”pesannya dengan nada mendalam.
Kekuatan PGRI di Kecamatan Masbagik tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan jumlah anggota mencapai lebih dari “10.000 orang”, organisasi ini menjadi pilar utama pendukung program pemerintah.
Kepala UPT Dinas Dikbud Masbagik, Mahsun, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberpihakan Bupati terhadap nasib para guru, terutama kebijakan untuk tidak merumahkan guru honorer. Sebagai bentuk dukungan balik, PGRI menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal visi pendidikan Bupati.
Momen Penutup yang Humanis
Acara diakhiri dengan aksi nyata kepedulian melalui penyerahan tali asih kepada 5 calon jemaah haji dan 3 pasangan yang baru menikah dilingkungan UPT. Sebuah potret harmoni yang menunjukkan bahwa dibawah kepemimpinan yang tegas, masih ada ruang besar bagi kepedulian dan rasa kekeluargaan yang erat,”tandasnya.
(Orik / 002)








