Home / Daerah / Lombok Timur “Banjir” Berkah: Ekonomi Melejit, Masjid Rp3 Miliar Mulai Dibangun!

Lombok Timur “Banjir” Berkah: Ekonomi Melejit, Masjid Rp3 Miliar Mulai Dibangun!

LCN – Lombok Timur,– NTB, Semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Lombok Timur kian tak terbendung. Hal ini terbukti dengan dimulainya pembangunan Masjid As Syuhada di Dusun Lendang Belo, Desa Lendang Nangka, yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp3 miliar.

Peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, Rabu (22/04/2026), menjadi simbol harmoni antara ketaatan spiritual dan kebangkitan ekonomi daerah.

Bupati Haerul Warisin mengungkapkan kekagumannya atas kemandirian warga. Ia menegaskan bahwa masifnya pembangunan rumah ibadah sebagai indikator nyata kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

“Membangun masjid adalah keberkahan. Kita lihat masyarakat sedang gencar-gencarnya membangun, dan ini berbanding lurus dengan data ekonomi kita,”ujar Bupati dihadapan warga Masbagik.

Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur sukses menembus angka 4,39%. Angka ini menempatkan Bumi Patuh Karya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di NTB, hanya kalah tipis dari Ibu Kota Provinsi, Mataram.

“Tak hanya Masjid As Syuhada, Bupati juga membocorkan ambisi besar pemerintah daerah dalam menata wajah kota Selong. Tak tanggung-tanggung, sederet proyek prestisius telah disiapkan, yakni
Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. Direncanakan mendapat renovasi besar-besaran dengan anggaran mencapai Rp50 miliar.

Gedung Wanita Selong, Akan disulap menjadi gedung modern berkapasitas 5.000 orang, siap menjadi pusat kegiatan skala besar.
Dukungan Nyata Untuk tahun 2025 saja, Pemda telah menggelontorkan Rp 7 miliar khusus untuk bantuan masjid dan pesantren. Sebagai stimulus awal bagi Masjid As Syuhada, Bupati menyerahkan bantuan 250 sak semen.

Prestasi Lombok Timur kian mentereng dengan masuknya daerah ini dalam nominasi Entrepreneur Government (Pemerintahan Berprinsip Kewirausahaan) dari Kementerian Dalam Negeri. Predikat ini membuktikan tata kelola daerah dijalankan secara inovatif dan mandiri.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar Lombok Timur meraih predikat terbaik. Pembangunan fisik memang penting, tapi penguatan karakter dan keberkahan non-fisik adalah pondasi utamanya,”pungkas Bupati.

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *