LCN – Lombok Timur – NTB, Kabar gembira datang bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Lombok Timur. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan jaminan tegas pihaknya berkomitmen penuh untuk mempertahankan seluruh tenaga PPPK, baik yang berstatus penuh waktu maupun paruh waktu.
Pernyataan menyejukkan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara Halal Bihalal ASN PPPK Tenaga Guru Angkatan IV di Gedung Wanita Selong, Rabu (22/04/2026). Membuka sambutan dengan dua bait pantun yang segar, sosok yang akrab disapa Haji Repun ini meminta para guru tidak perlu merasa was-was terkait kelanjutan masa kontrak atau perpanjangan SK mereka.
Bupati menegaskan Pemerintah Daerah (Pemda) telah mengusulkan seluruh tenaga honorer untuk diangkat menjadi PPPK tanpa terkecuali, selama memenuhi syarat administrasi yang berlaku.
“Waktu Kepala BKPSDM bertanya berapa yang diusulkan untuk PPPK paruh waktu, saya jawab 100 persen. Tidak boleh ada yang dikurangi, kecuali yang memang sudah putus SK-nya,”tegas Bupati dihadapan ratusan guru yang hadir.
Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari visi Pemda untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dengan memberikan kepastian kerja bagi mereka yang telah mengabdi. Terkait mekanisme pengangkatan penuh waktu, Bupati menjelaskan hal tersebut akan disesuaikan secara bertahap dengan kemampuan keuangan daerah.
Selain memberikan kepastian nasib, Bupati juga menitipkan pesan mendalam kepada para pendidik. Ia berharap ASN PPPK Tenaga Guru fokus pada tugas pokok mereka disekolah masing-masing dan tidak memaksakan kehendak terkait lokasi penempatan.
“Jadilah guru yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar mencetak orang cerdas dan pintar, tapi juga menjaga akhlak dan moral anak didik kita, “pesannya. Ia menekankan keberkahan dalam bekerja jauh lebih penting daripada sekadar mengejar status.
Kegiatan Halal Bihalal yang sekaligus menjadi ajang reuni tahun kedua ini dihadiri oleh perwakilan ASN PPPK Guru dari angkatan I hingga V. Suasana penuh keakraban menyelimuti gedung tersebut seiring dengan hilangnya kekhawatiran para guru mengenai masa depan profesi mereka di Bumi Patuh Karya,”tutupnya.
(Orik / 002)








