LCN – Mataram,– Ditengah dinamika keamanan yang semakin kompleks, jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengambil langkah cepat untuk memperkuat barisan. Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko S.I.K., menghadiri Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas Triwulan I TA 2026 yang menjadi ajang “bedah strategi” besar-besaran di Gedung Sasana Dharma, Rabu (29/04/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo SIK. ini bukan sekadar rutinitas diatas kertas. Ada pesan kuat yang ditegaskan: Era kerja parsial sudah berakhir.
Kapolda NTB, menyoroti stabilitas daerah kini tidak hanya dipengaruhi oleh tindak kriminalitas konvensional. Kepolisian kini wajib memantau “radar” yang lebih luas, mulai dari geopolitik global hingga ancaman alam seperti fenomena El Nino.
“Anev ini sebagai momentum strategis. Kami melakukan pembenahan tata kelola operasional agar lebih terintegrasi. Tugas ke depan harus terukur dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” tegas Kapolresta Mataram mengutip arahan Kapolda.
Ada dua poin krusial yang menjadi instruksi khusus bagi seluruh Kapolres jajaran:
1.Deteksi Dini Tanpa Celah: Fungsi intelijen diminta bekerja ekstra dalam memetakan potensi gangguan sebelum meledak menjadi situasi konflik.
2. Wajah Humanis Polri, Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kapolda menekankan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa wajib mengedepankan pendekatan persuasif. Polisi diminta hadir sebagai pengayom, bukan lawan.
Selain isu keamanan kota, kesiapsiagaan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat dampak El Nino menjadi prioritas mitigasi. Kapolda menegaskan integritas internal dan sinergi lintas sektoral sebagai harga mati untuk menjaga stabilitas di NTB.
Dengan evaluasi total pada triwulan pertama ini, Polresta Mataram Polda NTB dan jajaran lainnya diharapkan mampu menghadirkan pelayanan keamanan yang lebih responsif dan profesional. Rakyat NTB, tidak hanya butuh kehadiran fisik polisi, tetapi kehadiran solusi yang cepat dan tepat.
Orik / 002)








