LCN – Mararam,– Sebuah peringatan merah bagi warga Kota Mataram. Nama besar pejabat kepolisian kini mulai dijadikan “senjata” oleh komplotan penipu untuk menguras kantong masyarakat. Kali ini, identitas Kasat Reskrim Polresta Mataram Polda NTB, AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., yang dicatut secara terang-terangan.
Modusnya tergolong nekat. Pelaku menggunakan foto dan identitas AKP I Made Dharma diakun WhatsApp, lalu menghubungi calon korban dengan narasi yang meyakinkan, meminta bantuan uang atau meminjam dana darurat.
Pencatutan nama Kasat Reskrim ini merupakan langkah berani sekaligus berbahaya. AKP I Made Dharma baru menyadari namanya disalahgunakan setelah seorang warga yang curiga memutuskan untuk melakukan konfirmasi langsung guna memastikan apakah benar sang “Macan Reskrim” sedang butuh pinjaman.
Mendengar hal itu, AKP I Made Dharma langsung bereaksi keras. Ia menegaskan dirinya maupun institusi Reskrim tidak pernah melakukan komunikasi semacam itu kepada masyarakat.
“Saya meminta masyarakat, siapa pun yang menerima telepon mengatasnamakan saya, mohon segera klarifikasi ke saya. Jika ada yang mencoba meminta sesuatu, mohon diabaikan!, “tegas AKP I Made Dharma, Senin (04/05/2026).
Berdasarkan laporan yang masuk, masyarakat diminta mengenali pola komunikasi pelaku:
1. Menggunakan Profil Pejabat Menggunakan foto seragam atau kegiatan resmi kepolisian sebagai foto profil.
2.Mendesak, Meminta uang dengan alasan kepentingan mendesak atau bantuan operasional.
3. Menghindari Tatap Muka, Hanya mau berkomunikasi lewat WhatsApp atau telepon tanpa berani bertemu fisik.
Pihak kepolisian mengimbau agar warga Mataram tidak terintimidasi, merasa sungkan ketika dihubungi oleh nomor yang mengaku pejabat. Justru, sikap kritis, yakni perlindungan terbaik.
“Mohon segera konfirmasi ke kami. Jangan mudah percaya dan jangan mengirimkan apapun sebelum bertemu langsung dengan pihak terkait,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian sedang memantau pergerakan nomor-nomor gelap tersebut. Bagi warga yang merasa pernah dihubungi, segera lapor ke Polresta Mataram sebelum jatuh korban lebih banyak.
(Orik / 002)








