Home / Berita POLRI / Layanan 110 “Banjir” Laporan: Bukti Warga Mataram Tak Lagi Segan Lapor Polisi

Layanan 110 “Banjir” Laporan: Bukti Warga Mataram Tak Lagi Segan Lapor Polisi

LCN – Mataram – Ada yang berbeda dari dinamika keamanan di Kota Mataram belakangan ini. Layanan darurat Call Center 110 kini bukan sekadar saluran telepon mati, melainkan menjadi “jembatan panas” yang menghubungkan keresahan warga langsung ke meja kepolisian.

Fenomena ini disoroti langsung oleh Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko S.I.K., MH., saat memimpin apel pagi di Lapangan Polresta Mataram, Senin (04/05/2026). Di hadapan ratusan personel, ia menegaskan bahwa tingginya angka laporan masuk di Call Center 110 adalah sinyal positif bagi institusi Polri.

Jika dulu masyarakat mungkin enggan, ragu berurusan dengan aparat, data saat ini menunjukkan sebaliknya. Aktifnya layanan 110 diwilayah hukum Polresta Mataram membuktikan masyarakat kini jauh lebih proaktif dan menaruh harapan besar pada respons cepat kepolisian.

“Call Center 110 menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polresta Mataram cukup tinggi. Layanan ini sangat aktif digunakan warga untuk memberikan informasi,”ujar Kombes Pol. Hendro.

Kapolresta menyadari bahwa kepercayaan yang tinggi datang dengan tanggung jawab yang besar. Ia memberikan instruksi keras kepada seluruh jajaran, mulai dari bintara hingga pejabat utama, agar tidak terlena dengan apresiasi tersebut.

Meski menyadari belum sempurna, setiap personel diminta bekerja maksimal menjawab tantangan lapangan yang kian kompleks.
Responsivitas Tinggi, Setiap laporan masuk melalui 110 harus ditindaklanjuti dengan profesionalisme tinggi tanpa penundaan.

Keterlibatan aktif masyarakat dalam melapor  sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan secara kolektif.

“Kita harus terus berupaya memberikan yang terbaik. Profesionalisme dan responsivitas adalah jawaban tunggal untuk memenuhi ekspektasi publik yang kian besar,”tegas Kapolresta menutup arahannya.

Langkah transformatif ini memposisikan Polresta Mataram bukan lagi sebagai institusi yang menunggu laporan dibalik meja, melainkan sebagai unit reaksi cepat yang hadir dalam genggaman ponsel setiap warga,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *