Home / Daerah / Bupati Warisin Endus Piutang Mandor di PD Agro, Perintahkan Bentuk “Tim Pemburu” Hingga Gagas Barter Jagung-Ayam Dengan Surabaya

Bupati Warisin Endus Piutang Mandor di PD Agro, Perintahkan Bentuk “Tim Pemburu” Hingga Gagas Barter Jagung-Ayam Dengan Surabaya

LCN – Lombok Timur, — NTB, Langkah berani diambil Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat membedah isi perut Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang. Ditengah tren positif kenaikan laba perusahaan, Bupati secara blak-blakan menyoroti “penyakit lama” berupa tumpukan piutang yang tak kunjung tertagih dari pihak ketiga.

Tak pakai lama, orang nomor satu di Lombok Timur itu langsung menginstruksikan pembentukan tim khusus alias “tim pemburu” untuk mengejar para penunggak utang tersebut. Ketegasan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Laporan Pertanggungjawaban Keuangan PD Agro Selaparang Tahun Buku 2025 di Selong, Rabu (20/05/2026).

“Transparansi harus dipraktikkan untuk menuju kebenaran. Semua pengelolaan harus terbuka agar tidak ada ruang untuk saling curiga,”cetus Haerul Warisin dihadapan jajaran direksi.

Bupati menegaskan, manajemen tidak boleh membiarkan uang daerah “parkir” ditangan pihak luar tanpa kejelasan. Tim khusus yang dibentuk nanti ditargetkan bergerak cepat melakukan penagihan agar arus kas perusahaan semakin sehat dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa melonjak berkali-kali lipat.

Namun, Bupati juga bersikap fair. Ia mengapresiasi keberanian manajemen memutus kontrak sewa kolam ikan dengan pihak ketiga. Aset tersebut kini dikelola mandiri oleh PD Agro Selaparang dan terbukti menyumbang margin keuntungan yang jauh lebih gemuk.

Bukan sekadar mengevaluasi, Bupati Haerul Warisin juga langsung memberikan lampu hijau untuk sebuah terobosan bisnis yang tak biasa, yakni Pola Bisnis Barter Antar-Pulau.

PD Agro Selaparang akan segera menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Surabaya, Jawa Timur. Polanya terbilang cerdas:

Lombok Timur Mengirim: Bahan baku jagung pipilan mentah. Surabaya Mengembalikan: Bibit ayam, pakan ternak, ikan, hingga obat-obatan.

“Ini pola bisnis yang bagus. Kita kirim bahan baku, lalu membawa pulang barang jadi yang memang sangat dibutuhkan masyarakat kita disini, “puji Bupati optimis.

Tak hanya itu, Bupati juga meminta PD Agro Selaparang langsung tancap gas menguasai pasar lokal melalui investasi mesin baru. Targetnya, yaitu melipatgandakan produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang pasarnya masih sangat haus, serta membidik bisnis es batu kristal untuk memasok gurita bisnis kuliner dan kafe di Lombok Timur yang sedang menjamur.

Pemerintah Daerah bahkan menjanjikan suntikan fasilitas penunjang untuk menyukseskan ekspansi ini. Raport Merah Masa Lalu Dibersihkan, Laba Bersih Melejit 34%

Ditempat yang sama, Direktur Utama PD Agro Selaparang, Sabar, mengakui bahwa tahun 2025 adalah tahun “bersih-bersih” sekaligus pembuktian.

Dibawah komandonya, PD Agro tidak hanya sukses mengelola lini bisnis dari pupuk subsidi hingga beras kemasan, tetapi juga berhasil mencetak rekor keuangan baru.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut kilasan performa keuangan PD Agro Selaparang yang berhasil keluar dari zona merah.

Laba Bersih Setelah Pajak Menembus Rp 214,4 Juta (Melonjak tajam 34,58% dibanding tahun 2024). Meroket menjadi Rp14,26 Miliar (Naik Rp2,44 Miliar dalam setahun).Setoran Dividen ke PAD: Rp117,9 Juta. Pendapatan Kotor / Beban: Rp2,903 Miliar / Rp2,639 Miliar.

Yang paling mencengangkan, manajemen saat ini harus menanggung dan melunasi “dosa lama” kepengurusan masa lalu.

Sabar membeberkan, pihaknya telah sukses menguras kas untuk menyelesaikan tunggakan pajak periode 2019–2021 senilai Rp 600 juta dan tunggakan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 108,8 juta.

“Beberapa capaian yang patut disukuri adalah peningkatan volume operasional dan pembenahan internal. Kami pasang CCTV, digitalisasi pembukuan, hingga renovasi gudang garam agar tidak ada lagi kebocoran,”pungkas Sabar.

Aksi bersih-bersih dan lompatan performa ini pun mendapat jaminan apresiasi dari Ketua Dewan Pengawas, Wimuhcianto, yang menyebut PD Agro Selaparang kini berada dijalur yang tepat untuk menjadi lumbung PAD Lombok Timur,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *