Home / Daerah / Bukan Sekadar Seremonial, Bupati Lombok Timur Bongkar Rahasia Anggaran Miliaran 1 Muharram Jadi Penggerak Ekonomi UMKM!

Bukan Sekadar Seremonial, Bupati Lombok Timur Bongkar Rahasia Anggaran Miliaran 1 Muharram Jadi Penggerak Ekonomi UMKM!

LCN – Lombok Timur, – NTB, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di Lombok Timur kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata sebagai acara seremonial belaka. Ditangan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, momentum religius seperti Tahun Baru Islam justru disulap menjadi stimulus ekonomi yang masif bagi masyarakat bawah.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dihadapan ratusan warga saat menghadiri peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah di Dusun Batu More, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis (25/06/2026).

Dihadapan para tokoh masyarakat, Bupati secara blak-blakan membongkar alasan dibalik beraninya Pemda mengalokasikan anggaran APBD hingga miliaran rupiah untuk perayaan hari besar Islam. Menurutnya, ini adalah bagian dari strategi matang untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

“Uang satu miliar yang kita keluarkan, bisa menghasilkan puluhan miliar. Buktinya, UMKM kita gerakkan melalui Car Free Night dan Car Free Day. Kalau tidak seperti itu, pertumbuhan ekonomi kita sulit. Untuk meraih hasil yang besar, kita harus berani berkorban,”tegas H. Haerul Warisin disambut antusias warga.

Selain urusan dapur ekonomi, Bupati juga menyoroti fenomena sosial di mana masyarakat sering kali lebih megah merayakan pergantian tahun masehi ketimbang tahun baru Islam. Ia mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali semangat hijrah sebagai momentum perubahan nyata.

“Kita ingin menghapus pemikiran masyarakat yang selalu ramai memperingati 1 Januari yang bukan milik umat Islam. Kita harus toleransi, tapi sebagai umat Islam yang memiliki tahun baru sendiri, semangat ini harus ditegakkan, “ujarnya.

Acara yang mengusung tema “Membangun Persatuan dan Kesatuan dengan Meningkatkan Tali Silaturahmi” ini terasa istimewa. Ketua Panitia Pelaksana, Sobahul Herawadi, melaporkan bahwa agenda santunan ini merupakan tradisi yang terjaga konsistensinya secara swadaya selama hampir setengah abad.

“Kegiatan ini telah rutin dilaksanakan selama 46 tahun. Kali ini, kami melibatkan 200 anak yatim yang berasal dari wilayah Montong Baan Selatan dan Montong Baan Induk,”jelas Sobahul.

Melihat konsistensi luar biasa dari masyarakat, Bupati menegaskan pemerintah tidak boleh tinggal diam. Pemkab Lombok Timur melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) langsung mengintervensi dengan menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta untuk Desa Montong Baan.

Ke depan, Bupati memerintahkan Baznas untuk terus mengawal dan masuk ke dalam agenda-agenda santunan yang diinisiasi oleh warga ditingkat tapak.

“Pemerintah wajib hukumnya untuk ikut serta dan mendukung kegiatan mulia ini,”pungkas Bupati, menekankan pentingnya memuliakan anak yatim baik secara spiritual maupun melalui kebijakan struktural.

Turut hadir dalam acara sarat makna tersebut Wakil Ketua IV Baznas Provinsi NTB, Ketua Baznas Lombok Timur, serta jajaran unsur pimpinan kecamatan dan Desa setempat.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *