LCN – Lombok Barat – NTB, Sebanyak 7 ton padi diproyeksikan dipanen dari lahan pertanian seluas 1,3 hektare milik Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Lombok Barat. Hasil tersebut menunjukkan produktivitas pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian.
Proyeksi itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) NTB, Ketut Akbar Herry Achjar, saat melaksanakan panen raya padi dilahan SAE Lapas Lombok Barat, Rabu (09/09/2026).
“Dari lahan seluas 1,3 hektare ini, kita prediksi hasil panennya sekitar 7 ton. Ini menunjukkan lahan SAE dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat, baik dari sisi pembinaan maupun hasil pertanian,”ujar Ketut Akbar.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan produktif juga mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya kemandirian pangan melalui pengembangan pertanian di Lapas dan Rutan.
“Kita ingin kegiatan seperti ini tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman kerja kepada warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,”lanjutnya.
Kepala Lapas Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, menjelaskan lahan yang dipanen merupakan bagian dari total lahan SAE di luar Lapas seluas 1,5 hektare. Sebanyak enam warga binaan yang menjalani program asimilasi terlibat dalam pengelolaannya.
“Padi yang ditanam merupakan varietas Inpari 32 dengan masa tanam sekitar 90 hari. Warga binaan asimilasi terlibat langsung mulai dari perawatan hingga proses panen,”jelas Dadang.
Pemanfaatan lahan SAE menjadi sarana pembinaan yang memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus membangun keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian warga binaan. Hasil pertanian yang diperoleh menjadi nilai tambah dari proses pembinaan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,”tandasnya.
(Orik / 002)







