LCN – Lombok Timur, – NTB, Ada yang berbeda dari Safari Ramadan Pemda Lombok Timur di Masjid At-Taqwa, Dusun Gerisak, Selasa (24/02/2026).
Dihadapan masyarakat Wanasaba Daya, Bupati H. Haerul Warisin tidak hanya sekadar datang menyapa, tapi juga blak-blakan mengenai kondisi dapur pemerintahan hingga memuji kemandirian ekonomi warga.
Lebih lanjut, Bupati H. Hairul Warisin mengungkapkan wanasaba dan sembalun sebagai simbol perlawanan terhadap kemiskinan. Bupati secara khusus memberikan “standing applause” bagi Kecamatan Wanasaba. Ditengah isu ekonomi nasional, Wanasaba justru mencatatkan angka kemiskinan yang sangat minim.
”Ini luar biasa. Masyarakat Wanasaba membuktikan dengan mengoptimalkan sektor pertanian dan peternakan, kita tidak perlu tergantung pada bantuan, “ujar Bupati. Beliau juga menyebut Sembalun sebagai tandem Wanasaba yang kini berstatus wilayah bebas kemiskinan di Lombok Timur.
Momen paling menarik perhatian, yakni ketika Bupati menyampaikan permohonan maaf atas absennya beliau diberbagai undangan keagamaan selama setahun terakhir. Bukan tanpa alasan, Bupati mengaku harus “berdarah-darah” di Jakarta.
”Anggaran kita terbatas karena banyak pemotongan dari pusat. Setahun ini saya nyaris tidak pernah hadir diacara-acara (undangan), karena saya harus fokus menarik dana pusat kembali ke Lombok Timur. Itu prioritas agar pembangunan kita tetap jalan, “ungkapnya secara terbuka.
Safari Ramadan kali ini bukan sekadar rutinitas. Bupati membawa pesan kuat, optimalisasi potensi lokal, yakni satu-satunya jalan keluar dari ketergantungan anggaran. Keberhasilan Wanasaba dalam mengelola ternak dan taninya diharapkan menjadi blueprint bagi Desa-Desa lain di Lotim agar angka kemiskinan terus terjun bebas,”tandasnya.
(Orik / 002)







