Home / Berita POLRI / Bumi Dayan Gunung Bergeliat: Kala Jenderal Bintang Dua ‘Bedah’ Kekuatan Polres Lombok Utara

Bumi Dayan Gunung Bergeliat: Kala Jenderal Bintang Dua ‘Bedah’ Kekuatan Polres Lombok Utara

LCN – Lombok Utara, – Ada yang berbeda di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lombok Utara, Kamis (25/06/2026) pagi. Ketegangan positif menyelimuti barisan personel saat iring-iringan kendaraan dinas memasuki gerbang mako tepat pukul 09.20 WITA.

Kapolda NTB, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., turun langsung ke bumi Dayan Gunung. Bukan sekadar kunjungan kerja normatif diatas kertas, sang jenderal bintang dua membawa misi besar: membedah langsung kesiapan personel, mengecek lini pertahanan, sekaligus memastikan denyut nadi keamanan disalah satu kawasan wisata paling strategis di Indonesia ini tetap aman.

Begitu menginjakkan kaki di Lombok Utara, Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Widhy Kalingga, langsung bergerak cepat.

Setelah disambut dengan tradisi pengalungan kain adat oleh Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., didampingi oleh Ketua Bhyangkari Cabang Lombok Utara agenda pertama justru langsung menyentuh akar rumput.Puluhan purnawirawan, warakawuri, anak yatim, hingga penyandang difabel serta ojek KLU dikumpulkan untuk menerima uluran tangan berupa bantuan sosial.

Tidak berhenti disana, agenda pelestarian lingkungan lewat penanaman pohon rindang langsung digeber. Namun, ujian sesungguhnya bagi internal Polres Lombok Utara dimulai tepat pukul 10.30 WITA.

Suasana berubah formal dan ketat saat Irjen Pol Kalingga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke zona paling sensitif mako, ruang BTS (Barang Bukti, Tahanan dan Senjata Api). Jenderal bintang dua itu memeriksa satu per satu kelayakan senjata, memastikan hak-hak tahanan terpenuhi, hingga kerapian administrasi barang bukti.

Dalam sesi Laporan Satuan di Lapangan Apel 3T, Kapolres Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta secara blak-blakan memaparkan potret riil wilayahnya. Dibalik indahnya lanskap geografis Lombok Utara, tantangan nyata membayangi, terutama meningkatnya angka kejahatan konvensional seperti Curat, Curas, dan Curanmor (3C).

Namun, Polres Lombok Utara tidak tinggal diam. AKBP Agus memaparkan senjata rahasia mereka, Program Gowes Kamtibmas. Sebuah inovasi dimana personel kepolisian mengayuh sepeda menyusuri 43 Desa terpencil demi menyerap aspirasi dan mendeteksi konflik sejak dini.

Mendengar paparan tersebut, Kapolda NTB memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kendati demikian, ia memberikan wejangan keras nan humanis agar seluruh personel menerapkan Prinsip Panca Siap (Siap Diri, Siap Mako, Siap Data, Siap Operasional dan Siap Siaga).

“Polisi memiliki empat tugas pokok: Pelindung, Pengayom, Pelayan masyarakat dan Penegakan hukum. Kita harus bersyukur atas amanah institusi ini dengan cara memberikan pelayanan yang humanis, namun tetap tegas dan terukur dalam menindak kejahatan,”tegas Irjen Pol Kalingga dihadapan ratusan personel.

Salah satu poin krusial dalam arahan Kapolda adalah posisi Lombok Utara sebagai salah satu gerbang wisata internasional. Penguatan sinergitas 3 Pilar (TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah) yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri dan Pabung 1606/Mataram Letkol Inf Ngakan Made Marjana, menjadi kunci utama.

Kapolda menekankan pengamanan destinasi wisata super prioritas harus berbasis kearifan lokal (local wisdom) dan mitigasi bencana yang cepat.

Rangkaian kegiatan maraton ini ditutup dengan peresmian Kantin Bhayangkari dan ibadah Shalat Dzuhur berjamaah sebelum rombongan Kapolda bertolak kembali ke Mapolda NTB, pada siang hari.

Seluruh rangkaian acara yang berakhir pukul 14.30 WITA ini dipastikan berjalan dengan aman, tertib dan meninggalkan cetak biru (blueprint) baru bagi pengamanan wilayah Lombok Utara yang lebih responsif dan modern,”pungkasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *