LCN – Mataram, – Menyikapi dinamika keamanan yang kian dinamis, Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko S.I.K., MH., langsung mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan “penebalan” intensitas patroli diseluruh wilayah hukum Polresta Mataram.
Instruksi tegas ini disampaikan langsung dihadapan seluruh pejabat utama, kapolsek, hingga personel ASN dalam apel pagi krusial yang digelar dilapangan mapolresta, Senin (25/05/2026).
Bukan sekadar rutinitas, perintah ini menjadi sinyal kuat bahwa kepolisian enggan kecolongan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Kombes Pol. Hendro menegaskan seluruh lini, mulai dari piket fungsi, personel Polsubsektor, hingga garda terdepan Bhabinkamtibmas, wajib “turun gunung” mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas melalui skema preemtif dan preventif.
“Patroli harus terus ditingkatkan. Ini adalah langkah konkret pencegahan. Kita harus hadir ditengah masyarakat sebelum potensi gangguan itu berubah menjadi ambang gangguan,”tegas Kapolresta.
Tidak hanya mengandalkan internal Polri, Kapolresta Mataram Polda NTB, juga menggarisbawahi pentingnya menghidupkan kembali roh Sinergitas Tiga Pilar (Pemerintah, TNI dan Polri). Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah tidak bisa tegak jika bergerak sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi instrumen paling efektif untuk deteksi dini ditingkat akar rumput.
“Seluruh pimpinan fungsi dan Kapolsek wajib merajut komunikasi yang kuat dengan TNI dan unsur pemerintah setempat. Kekuatan kita ada pada kolaborasi ini,”imbuhnya.
Dalam arahannya yang berlangsung lugas, perwira melati tiga ini juga mengingatkan jajarannya untuk tidak keluar dari koridor hukum. Setiap pergerakan personel dilapangan wajib mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mengimplementasikan secara nyata Commander Wish Kapolda NTB.
Menariknya, Kombes Pol. Hendro tidak hanya berfokus pada strategi lapangan. Ia juga menyoroti aspek psikologis anggotanya. Diakhir amanat, ia meminta para Kasat dan Kapolsek untuk membenahi lingkungan kerja masing-masing agar lebih representatif dan nyaman.
“Lingkungan kerja yang tertata rapi akan melahirkan kenyamanan. Dari kenyamanan itulah muncul semangat dan motivasi tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Orik / 002)








