LCN – Lombok Timur, — NTB, Bayang-bayang kerugian nasional akibat serangan siber yang menembus angka fantastis Rp111 triliun kini bukan lagi sebatas angka di atas kertas.
Di Lombok Timur, ancaman itu nyata dan sudah merasuk ke pemukiman warga melalui jeratan judi online, jebakan penipuan jual beli, hingga teror modifikasi berkas (APK fiktif) pencuri rekening.
Menjawab krisis literasi digital tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama jajaran pejabat tinggi NTB resmi menabuh genderang perang melawan kejahatan siber melalui gelaran Lombok Timur Cyber Security Seminar 2026 di Pendopo Bupati, Rabu (07/10/2026).
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan ruang digital memang mempermudah hidup, namun tanpa pemahaman kuat, masyarakat hanya menjadi “umpan” empuk bagi para peretas dan pelaku kejahatan siber.
Penyusup Ruang Digital: Maraknya penyebaran file APK bodong yang masuk ke ponsel warga dan modus transaksi palsu secara instan menyedot saldo para korban.
Rendahnya benteng literasi membuat judi online merangsek cepat ke berbagai lapisan sosial masyarakat lokal.
Dampak Finansial: Proyeksi kerugian nasional mencapai puluhan triliun rupiah menjadi peringatan keras bagi ketahanan ekonomi daerah.
Tidak tinggal diam, Pemkab Lombok Timur mengerahkan ratusan mahasiswa program studi informatika yang diproyeksikan sebagai pasukan khusus digitalisasi.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), para mahasiswa ini ditugaskan turun langsung ke desa-desa untuk melakukan pendampingan dan penyuluhan literasi digital.
“Teknologi tidak akan mempermudah hidup jika tidak dipahami dengan baik. Benteng keamanan paling krusial ada pada etika, kehati-hatian menyaring informasi, dan tindakan tidak asal klik tautan berbahaya, “tegas Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khaliq.
Langkah ini diperkuat oleh Kadis Kominfo Lombok Timur, H. Fauzan, yang memastikan penyiapan infrastruktur dan SDM lokal akan difokuskan pada pengamanan data pribadi, identitas digital, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Seminar strategis ini turut dihadiri pejabat Bidang Persandian serta jajaran Satgas Wilayah Densus 88 guna memastikan pengawasan keamanan digital berjalan maksimal dari segala aspek,”tandasnya.
(Orik / 002)







