LCN – Lombok Timur, – NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dibawah kepemimpinan Bupati H. Haerul Warisin menorehkan catatan gemilang sepanjang tahun anggaran 2025. Tidak hanya sukses mempertahankan kasta tertinggi akuntabilitas keuangan dengan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Pemkab Lombok Timur juga sukses menggenjot pendapatan daerah hingga melampaui target yang ditetapkan.
Keberhasilan kembar ini disampaikan langsung oleh Bupati Haerul Warisin saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna ke-1 Masa Sidang III DPRD Lombok Timur, Selasa (30/06/2026).
Rapat krusial yang berlangsung di Rupatama DPRD tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Lombok Timur M. Waes Al Qarni, serta dikawal langsung oleh Ketua DPRD, 33 anggota dewan, unsur Forkopimda dan jajaran kepala OPD.
Ada yang menarik sebelum Bupati membedah angka-angka makro keuangan. Dihadapan forum legislatif, Bupati secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga kondusivitas daerah, termasuk dalam menyukseskan gelaran akbar menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.
“Pawai Ta’aruf yang menyajikan 1.448 dulang tembolak beak hingga Festival Muharram kemarin berjalan tertib, aman, dan lancar. Ini bukti nyata sinergi luar biasa masyarakat Lombok Timur,”ujar Bupati.
Semangat kebersamaan itu rupanya linier dengan performa birokrasi. Keberhasilan menjaga marwah daerah terbukti lewat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD 2025 oleh BPK RI Perwakilan NTB pada 25 Mei lalu, dimana Lombok Timur kembali sukses menggondol opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Ditengah dinamika ekonomi nasional, performa fiskal daerah justru menunjukkan taji. Berdasarkan regulasi Perda Nomor 7 Tahun 2024 dan perubahannya, realisasi pendapatan daerah Lombok Timur mencatatkan angka fantastis, yakni mencapai Rp 3,478 triliun atau 101,22 persen dari target awal Rp 3,436 triliun.
Penyokong utama lompatan pendapatan ini bertumpu pada tiga sektor, yakni
Sektor Transfer (Pusat/Provinsi): Menjadi bintang utama dengan realisasi melesat ke angka Rp 2,900 triliun (101,69% dari target Rp 2,852 triliun).
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Tetap kokoh menyumbang Rp 550,891 miliar atau mengunci performa diangka 98,98%.
Mengamankan pundi daerah sebesar Rp 26,664 miliar (97,32%).
Efisiensi Belanja dan Kekuatan Aset Rp 5,2 Triliun. Bukan hanya andal dalam mencari uang, Pemkab Lombok Timur juga menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam eksekusi anggaran. Dari pagu belanja Rp 3,457 triliun, total anggaran yang berhasil terserap secara produktif mencapai Rp 3,404 triliun (98,46%).
Porsi belanja ini secara bijak dialokasikan untuk operasional pelayanan masyarakat sebesar Rp 2,646 triliun, transfer langsung ke Desa sebesar Rp 459,085 miliar, serta belanja modal infrastruktur senilai Rp 292,893 miliar.
Melalui skema pembiayaan yang terukur, daerah mengantongi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) positif sebesar Rp 104,334 miliar untuk memperkuat ketahanan fiskal berikutnya.
Keberhasilan tata kelola ini mengunci posisi Neraca Keuangan Lombok Timur per 31 Desember 2025 pada angka yang sangat sehat, dengan Total Aset Daerah menembus Rp 5,201 triliun. Kekayaan daerah ini didominasi oleh aset tetap senilai Rp 4,611 triliun dan investasi jangka panjang strategis sebesar Rp 287,730 miliar.
Penyampaian Raperda ini menjadi sinyal kuat Lombok Timur tidak hanya sekadar bertahan, melainkan terus bergerak progresif mengamankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berbasis akuntabilitas yang bersih,”pungkasnya.
(Orik / 002)








