LCN – Lombok Timur, – NTB, Bukan balapan profesional, namun tensinya cukup untuk meresahkan satu kecamatan. Tim Gabungan Forkopimcam Montong Gading Gelar Patroli untuk menertibkan aksi balap sepeda dan balap lari liar yang melibatkan siswa/pelajar SD hingga SMA disejumlah jalur utama, Rabu sore (04/02/2026).
Mirisnya, ajang yang seharusnya menjadi olahraga sore ini telah bergeser menjadi arena taruhan (judi) dan melibatkan “joki-joki” impor dari luar wilayah.
“Camat Montong Gading, Arfin, S.IP., MM., mengungkapkan fakta mengejutkan saat memimpin apel kesiapan. Para pelaku balap liar ini ternyata bukan hanya warga lokal.
”Laporan masyarakat menyebutkan jalan raya Kabupaten kita digunakan untuk balap sepeda dan lari dengan cara taruhan. Pelakunya anak-anak sekolah dan jokinya banyak didatangkan dari luar seperti Kecamatan, Masbagik dan Kecamatan Sikur, “tegasnya.
Operasi yang dimulai pukul 17.00 WITA ini menyasar tiga lokasi yang kerap disulap menjadi sirkuit dadakan oleh para remaja. Jalur Kabupaten, yakni montong kanggo Dusun temayang, Dusun pelolat dan jalur sepi yang rawan kecelakaan, termasuk depan pasar montong baik, pusat keramaian yang terganggu akibat aksi balap.
Jalan Kabupaten di Dusun Bendung (Desa Kilang), lokasi yang kerap menjadi titik kumpul joki lintas kecamatan.
Sentuhan Humanis Forkopimcam,
meski menghadapi aksi yang terorganisir, Kapolsek Montong Gading, IPDA L. Matraman Sumanjaya, bersama Peltu Munawir (Daposramil) dan pihak Dikbud, memilih jalan persuasif. Petugas tidak melakukan penangkapan kasar, melainkan memberikan edukasi mendalam kepada anak-anak yang terjaring dilokasi.
”Kami ingin mereka pulang membawa masa depan, bukan membawa maut dari aspal jalanan,”ujar Kapolsek dilapangan.

Pihak keamanan menganalisa kehadiran peserta dari luar kecamatan menunjukkan kegiatan ini mulai terorganisir dan berpotensi menjadi ajang perjudian yang lebih besar jika tidak segera diputus mata rantainya.
Kehadiran Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Montong Gading dalam patroli ini menjadi sinyal kuat, masalah ini juga akan dibawa ke ranah pendidikan agar siswa/pelajar yang terlibat mendapatkan pembinaan oleh guru dan orang tua.
Kami akan terus melakukan pembinaan agar kegiatan serupa tidak lagi dilakukan oleh para siswa.
Operasi berakhir pukul 19.10 WITA dalam keadaan kondusif. Meski arena telah sepi, Forkopimcam Montong Gading memastikan by pengawasan tidak akan kendor demi keselamatan diri mereka termasuk pengguna jalan dan masa depan anak bangsa.
“Kami sayang anak anak kita Pelanjut Generasi Masa Depan” tandasnya.
(Orik / 002)






