LCN – Lombok Barat — NTB, Lapas Kelas IIA Lombok Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan optimal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Rabu (28/08/2025), sebanyak 69 orang WBP mengikuti kegiatan skrining HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Tim Medis Puskesmas Kuripan. Kegiatan ini turut melibatkan tenaga medis dari Klinik Pratama Lapas Lombok Barat serta disertai sosialisasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan skrining kesehatan ini karena sejalan dengan upaya pemasyarakatan yang berfokus pada aspek pembinaan dan kesejahteraan warga binaan. Menurutnya, kesehatan adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan program pembinaan dilapas.
Fadli menyampaikan bahwa dirinya mengapresiasi peran aktif tenaga kesehatan dari Puskesmas Kuripan dan Klinik Pratama Lapas yang telah bekerja sama memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan. Ia menilai skrining kesehatan semacam ini tidak hanya bermanfaat dalam upaya deteksi dini, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan tenang bagi warga binaan. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau, warga binaan diharapkan lebih fokus mengikuti program pembinaan tanpa terganggu oleh masalah kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh WBP mendapat perhatian yang sama dalam aspek kesehatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang layak, meskipun mereka sedang menjalani masa pidana,”ujar Fadli.
Dokter Klinik Pratama Lapas Lombok Barat, Tiara Kusuma D. N. Sawengi, menjelaskan bahwa pelaksanaan skrining HIV dan IMS bertujuan untuk mendeteksi secara dini penyakit menular yang berisiko berkembang dilingkungan lapas. Dengan adanya pemeriksaan ini, langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga mengedukasi warga binaan agar memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri, menerapkan pola hidup sehat, serta menghindari perilaku berisiko. “Skrining ini bukan hanya deteksi, tetapi juga langkah pencegahan agar warga binaan memiliki kesadaran pentingnya menjaga kesehatan, termasuk dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dilingkungan lapas,”jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Puskesmas Kuripan, dr Ryan C. Amali, menambahkan bahwa pihaknya selalu berkomitmen mendukung program kesehatan di Lapas Lombok Barat. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada warga binaan tentang bahaya HIV dan IMS serta cara pencegahannya.
“Kami hadir tidak hanya untuk pemeriksaan HIV dan IMS, tetapi juga mengedukasi agar para WBP lebih memahami cara menjaga kesehatan diri. Harapannya, warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan kondisi fisik yang prima,”ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruh 69 warga binaan dinyatakan negatif HIV. Hasil tersebut menjadi capaian positif yang mencerminkan upaya bersama dalam menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan bebas dari penyakit menular,”tandasnya.
(Orik / LCN)