Home / Daerah / Ketahanan Pangan Berkelanjutan, LPKA Lombok Tengah Laksanakan Panen Sawi dan Singkong.

Ketahanan Pangan Berkelanjutan, LPKA Lombok Tengah Laksanakan Panen Sawi dan Singkong.

LCN – Lombok Tengah –  NTB, Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan,Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah melaksanakan kegiatan panen sawi hijau dan singkong. Selasa (27/10/2026)

Kegiatan panen kali ini dilaksanakan oleh Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, bersama jajaran, peserta magang, dan anak binaan pada lahan pertanian LPKA Lombok Tengah dengan menghasilkan sawi hijau dan singkong dengan perkiraan masing-masing sebanyak 10 kilogram. Kegiatan ini menjadi wujud pembinaan kemandirian yang melibatkan anak binaan secara langsung, mulai dari perawatan tanaman hingga pemanenan hasil pertanian.

Hasil panen selanjutnya dijual kepada penyedia bahan makanan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi anak binaan. Dana yang diperoleh akan dimanfaatkan kembali sebagai modal pelaksanaan program ketahanan pangan berikutnya, sehingga tercipta siklus produktif yang mendukung keberlanjutan program.

Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak binaan untuk menumbuhkan tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kemandirian.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan memberikan manfaat nyata. Anak binaan belajar bekerja, merawat tanaman, dan memahami nilai dari hasil yang mereka usahakan. Di sisi lain, program ini menjadi kontribusi nyata LPKA Lombok Tengah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Aksi Kemenimipas di bidang ketahanan pangan,”ujar Hidayat.

Melalui kegiatan ini, LPKA Lombok Tengah berkomitmen mengembangkan pembinaan yang produktif dan bermanfaat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembinaan anak yang mandiri dan berdaya guna.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *