LCN – Mataram — Suasana Kota Mataram mendadak memanas dalam beberapa hari terakhir menyusul maraknya video aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) yang beredar luas di media sosial. Tak tinggal diam, aparat kepolisian dari gabungan Tim URC Polresta Mataram, Polda NTB, hingga polsek jajaran bergerak cepat membongkar kasus ini.
Hasilnya, sebanyak 11 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 1 perempuan berhasil dicokok petugas secara beruntun sejak dini hari hingga Selasa pagi (27/10/2026).
Kasat Reskrim Polresta Mataram Polda NTB, AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa belasan orang tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan maraton di bawah penanganan khusus Unit Jatanras dan Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram. Polisi sedang memeras keterangan mereka untuk memetakan peran masing-masing dan memburu aktor intelektual di balik teror sajam ini.
“Dari 11 orang yang kita amankan, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui secara jelas peran dari masing-masing dan siapa pelaku utamanya,”tegas AKP I Made Dharma.
Dari hasil pendalaman sementara, kawanan ini diduga kuat terlibat dalam rentetan aksi kekerasan yang meresahkan di dua titik rawan Kota Mataram, yakni di Jalan Udayana dan depan Boxy di Jalan Airlangga.
Namun, fakta menarik terungkap terkait insiden terpisah di Jalan Sriwijaya yang sempat membuat warga geger. Berdasarkan penyelidikan awal, insiden di Jalan Sriwijaya ternyata jauh dari kesan bentrokan antar-kelompok. Polisi mendapati petunjuk bahwa peristiwa tersebut bermula dari kecelakaan tunggal (terjatuh) di mana para pihak yang terlibat justru saling mengenal dan merupakan rekan akrab.
Guna memperkuat pembuktian, polisi tak hanya mengamankan orang-orang terduga pelaku, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti krusial. Dua bilah senjata tajam serta sejumlah telepon seluler kini berada di tangan penyidik. Jejak percakapan digital di dalam ponsel tersebut diyakini menjadi kunci utama untuk membongkar motif dan rangkaian kronologi yang sebenarnya.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang kerap memicu keresahan, pihak kepolisian mengimbau masyarakat Kota Mataram agar tetap tenang, tidak mudah terpancing spekulasi dan berhenti menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya demi menjaga kondusifitas wilayah,”tandasnya.
(Orik / 002)






