Home / Daerah / Lombok Timur “Gaspol” Berantas Sampah: Sediakan Lahan 3 Hektare dan Dana Rp 20 Miliar Demi Sabet Pilot Project LSDP

Lombok Timur “Gaspol” Berantas Sampah: Sediakan Lahan 3 Hektare dan Dana Rp 20 Miliar Demi Sabet Pilot Project LSDP

LCN – Lombok Timur, – NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan keseriusan luar biasa dalam membenahi persoalan sampah diwilayahnya. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Lombok Timur menyiapkan lahan seluas 3 hektare untuk mendukung Local Service Development Improvement Project (LSDP), tiga kali lipat melampaui syarat minimal yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Langkah berani ini ditegaskan langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat mengikuti asesmen daring LSDP bersama tim gabungan lintas kementerian dan Bank Dunia, Kamis (30/07/2026).

Selain menyodorkan lahan yang jauh melebihi kriteria, Pemkab Lombok Timur juga memasang kuda-kuda anggaran dengan menyiapkan dana pendamping sebesar Rp 20 miliar pada APBD 2027. Angka tersebut bahkan bisa ditambah sesuai kebutuhan percepatan, menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini dinilai cukup sehat.

“Kami menyadari tata kelola sampah di Lombok Timur masih harus diperkuat demi mewujudkan sistem terintegrasi dan ekonomi sirkular. Karena itu, kami sangat berharap Lombok Timur terpilih menjadi pilot project nasional,”ujar Bupati Haerul Warisin.

Tim asesmen yang dipimpin Direktur Alokasi Anggaran Pembangunan Pusat dan Daerah Bappenas, Nursyaf Rullihandia, memverifikasi secara ketat kesiapan daerah, mulai dari kelembagaan, aksesibilitas, aspek sosial-lingkungan, hingga kesiapan dokumen perencanaan seperti Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED).

Ambisi besar Pemkab Lombok Timur ini didasari kondisi krusial dilapangan. Dengan produksi sampah mencapai lebih dari 580 ton per hari, baru 101 ton yang mampu terangkut ke TPA Ijobalit.

Artinya, sebanyak 74,5 persen sampah harian belum terkelola secara resmi. Lewat program LSDP, Lombok Timur optimistis mampu mengubah ancaman krisis sampah menjadi peluang ekonomi sirkular yang berkelanjutan,”tutupnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *