Home / Daerah / Lombok Timur Jadi “Silicon Valley” Rumput Laut Dunia: Kolaborasi AS-Tiongkok Mendarat di Desa Ekas

Lombok Timur Jadi “Silicon Valley” Rumput Laut Dunia: Kolaborasi AS-Tiongkok Mendarat di Desa Ekas

LCN – Lombok Timur, – NTB, Dibawah rintik gerimis yang membasahi tanah Desa Ekas, sebuah sejarah besar bagi ekonomi biru Indonesia resmi dimulai. Bukan sekadar seremoni infrastruktur biasa, peletakan batu pertama International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) pada Kamis (12/02/2026) menandai ambisi Indonesia menguasai ekonomi “emas hijau” senilai Rp198 triliun.

​Magnet Sains Dunia di Pesisir Lombok
​Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan proyek ini sebagai langkah agresif Indonesia untuk berhenti menjadi penonton dipasar global. Tak tanggung-tanggung, pemerintah langsung menggandeng dua raksasa sains dunia: Universitas California, Berkeley (AS) dan Beijing Genomic Institute (Cina).

​”Ini bukan seremonial. Kita merangkul dua kekuatan besar sains dunia untuk memastikan setiap helai rumput laut kita memiliki nilai sains yang dikonversi menjadi pendapatan rakyat, “tegas Wamen Stella dengan penuh semangat.

​Indonesia saat ini menguasai 75% pangsa pasar rumput laut tropis dunia. Namun, selama ini potensi tersebut belum digarap maksimal secara teknologi. Dengan ITSRC, rumput laut Lombok Timur akan diteliti untuk menjadi solusi masa depan.
​Pupuk Organik masa depan,
​Plastik Biodegradable yang ramah lingkungan. ​Bio-Avtur, bahan bakar pesawat ramah lingkungan yang sedang diburu dunia.

​Sisi kemanusiaan juga menjadi pilar utama. Rektor Universitas Mataram, Bambang Hari Kusumo, mengungkapkan selain pusat riset, akan dibangun pula Laboratorium Spesialis Kedokteran Kepulauan. Ini satu-satunya di Indonesia, yang didesain khusus untuk melayani masyarakat pesisir dengan fasilitas medis tingkat lanjut.

​​Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melihat ini sebagai jawaban atas potensi daerahnya yang selama ini “tidur”. Dukungan penuh juga datang dari enam perguruan tinggi lokal yang ikut menandatangani kerja sama, memastikan putra-putri daerah tidak hanya jadi penonton, tapi pemain utama dalam industri ini.

​”Targetnya jelas, enam bulan kedepan pembangunan fisik mulai berjalan, lahan sudah siap dan masa depan ekonomi masyarakat pesisir kita akan berubah total, “ujar Rektor Unram optimis.

​Bayangkan sebuah masa depan dimana pesawat terbang global terbang menggunakan bahan bakar yang risetnya dilakukan di Desa Ekas, Lombok Timur. Inilah awal dari revolusi tersebut,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *