Home / Daerah / Lampu Kuning PT Selaparang Finansial: Bupati Lotim ‘Semprot’ Manajemen, Kredit Macet Tembus 10%!

Lampu Kuning PT Selaparang Finansial: Bupati Lotim ‘Semprot’ Manajemen, Kredit Macet Tembus 10%!

LCN – Lombok Timur, – NTB, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025 yang digelar Selasa (03/03/2026) berlangsung panas. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara terbuka meluapkan ketidakpuasannya terhadap performa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut yang dinilai sedang tidak sehat.

​Dihadapan jajaran direksi dan komisaris, Bupati membedah angka-angka merah yang menghiasi laporan keuangan perusahaan. “Keuntungan dibawah 5%, tapi kredit macet diatas 10%. Apakah itu bagus? Tidak!,”tegas Warisin dengan nada bicara yang lugas.

​”Semua Karyawan Harus Jadi Penagih!”. ​Bupati tidak hanya mengkritik, ia langsung memberikan “resep obat pahit” untuk menyelamatkan perusahaan. Berikut poin-poin instruksi radikal yang dikeluarkan.

​Seluruh 25 karyawan, tanpa terkecuali, wajib terjun melakukan penagihan utang setelah diberikan pelatihan kilat.
​Stop Kebijakan Sepihak. Direksi dilarang keras mengambil keputusan krusial tanpa berdiskusi dengan tenaga ahli.

​Dana perusahaan tidak boleh hanya “tidur” dibank, melainkan harus diputar secara produktif ke masyarakat melalui pemetaan pasar yang akurat. Evaluasi Mutasi: Perubahan struktur jabatan harus murni demi efektivitas bisnis, bukan atas kepentingan pribadi atau kelompok.

​”Bekerja di BUMD itu untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan. Kredit macet harus turun, keuntungan wajib naik!,”terang H. Haerul Warisin, Bupati Lombok Timur.

​Meski dihujani kritik, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani, membeberkan fakta perusahaan ini memiliki daya tahan yang unik. Disaat jumlah perusahaan modal ventura di Indonesia menyusut drastis, dari 23 entitas ditahun 2024 menjadi sisa 17 ditahun 2025, PT Selaparang Finansial tetap berdiri tegak sebagai satu-satunya BUMD modal ventura milik Pemda secara utuh.

​Dewan Komisaris Utama, Muhammad Isra’I, mengakui tahun 2025 sebagai fase transisi yang berat. Pihaknya kini tengah berjibaku melakukan restrukturisasi piutang dan memperketat Sistem Pengendalian Internal (SPI) untuk menyehatkan kembali neraca perusahaan. ​Komitmen Sosial di Tengah Tekanan Bisnis

​Menariknya, ditengah upaya penyehatan finansial, perusahaan ini tetap tidak melupakan sisi kemanusiaan. Sepanjang tahun berjalan, mereka tetap konsisten menjalankan program, yakni
​Bantuan untuk anak yatim piatu dan kaum dhuafa. ​Rehabilitasi masjid,
​Paket sembako bagi petugas kebersihan.

​Kini, bola panas ada ditangan manajemen. Akankah PT Selaparang Finansial mampu menjawab tantangan Bupati untuk membalikkan keadaan ditahun 2026? Ataukah mereka tetap terjebak dalam pusaran kredit macet? Publik Lombok Timur menanti buktinya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *