Home / Daerah / Wabup Edwin Gelar Safari Ramadhan: Gebrakan “Jemput Bola” di Montong Gading Strategi Sunyi Menembus Meja Rakyat

Wabup Edwin Gelar Safari Ramadhan: Gebrakan “Jemput Bola” di Montong Gading Strategi Sunyi Menembus Meja Rakyat

LCN – Lomnok Timur, – NTB, Ditengah syahdu dan khidmatnya malam Ramadan di Masjid Jami’ Nurul Iman Montong Baik, Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Selasa (03/03/2026), ada yang berbeda dari gaya komunikasi Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, M.M. Bukan sekadar seremonial beralaskan karpet masjid, Safari Ramadan kali ini menjelma menjadi ajang “belanja masalah” yang blak-blakan.

​Wabup Edwin hadir membawa kabar yang melampaui ekspektasi, Kesehatan bukan lagi barang mewah di Lombok Timur, ​Kesehatan Sang “Primadona” yang Inklusif

​Dihadapan jamaah, Edwin menegaskan angka harapan hidup di Lombok Timur bukan sekadar statistik diatas kertas bupati. “Pelayanan kesehatan, yaitu hak dasar. Jika sektor ini sudah bagus, maka pondasi kesejahteraan masyarakat kita sudah kuat,”tegasnya.

​Transformasi layanan dari tingkat Puskesmas hingga RSUD kini dirancang lebih inklusif. Pesannya jelas warga dipelosok Montong Gading tak boleh lagi merasa dianaktirikan oleh birokrasi kesehatan. Dapur Umum yang Mengepul sebanyak 250 Titik MBG Mengudara

​Ditengah isu efisiensi anggaran nasional yang menghantui banyak daerah, Lombok Timur justru unjuk gigi. Edwin membocorkan “rahasia dapur” kesuksesan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Meski dana Desa sedang dalam fase efisiensi, Lombok Timur berhasil mengamankan operasional ratusan dapur untuk menjamin gizi anak-anak. Benteng Pangan, Komoditas beras dan jagung dijaga ketat sebagai prioritas utama untuk menjinakkan harga pasar ditingkat lokal.

​”Edwin tampil transparan mengenai hambatan dilapangan. Ia mengakui rencana pembentukan Koperasi Merah Putih masih tersandera “masalah klasik” administrasi lahan.

​”Seringkali tanah pecatu milik satu Desa berada diwilayah Desa lain. Ini yang sedang kita rapikan administrasinya,”ungkap Edwin dengan nada persuasif.

​Kejujuran ini justru disambut antusias oleh warga. Alih-alih menutup-nutupi, pemerintah daerah memilih mengajak masyarakat mengawal bersama program-program besar seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda agar benar-benar mendarat diakar rumput.

​”​Safari ini membuktikan bagi Edwin, kebijakan publik yang efektif tidak lahir dibalik meja AC kantor bupati, melainkan dari dialog santai diantara waktu solat. Dengan kesehatan sebagai primadona dan 250 dapur yang mengepul, dilombok timur mengirim sinyal kuat, kesejahteraan rakyat tetap prioritas, meski anggaran sedang dipangkas,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *