LCN – Mataram , – Siapa sangka disiplin berlalu lintas bisa dimulai dari depan pagar rumah sendiri? Melompati batas-batas protokol jalan raya, Sat Lantas Polresta Mataram Polda NTB, kini membawa misi besar ke dalam jantung pemukiman, Selasa (14/04/2026).
Komplek Perumahan Bumi Kodya Asri di Jempong Baru mendadak jadi sorotan. Kawasan ini resmi diproyeksikan menjadi. Kampung Tertib Lalu Lintas pertama yang akan menjadi tolok ukur budaya berkendara di Kota Mataram.
“Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Muhamad Puteh Rinaldi, yang memimpin langsung pengecekan lokasi, mengungkapkan sebuah fakta pahit: kecelakaan fatal sering kali bermula dari kelalaian kecil dilingkungan terdekat.
“Kita ingin menghapus kesan bahwa tertib itu hanya saat ada polisi atau dijalan besar saja, “ujar AKP Puteh. “Bumi Kodya Asri akan menjadi model edukasi nyata. Kita ingin disiplin menjadi gaya hidup, bukan paksaan.
Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Lingkungan ini akan disiapkan sebagai “laboratorium” sosial dimana
Edukasi Berbasis Komunitas. Warga saling mengingatkan untuk menggunakan helm meski hanya ke warung depan.
Penataan rambu dan marka didalam lingkungan perumahan untuk menekan risiko fatalitas. Role Model bagi Mataram, Jika berhasil, konsep ini akan “dikloning” ke seluruh kecamatan di Kota Mataram.
Terobosan ini menandai pergeseran strategi kepolisian dari penindakan hukum (tilang) menuju pendekatan preventif-humanis. Dengan menjadikan lingkungan tempat tinggal sebagai basis perubahan perilaku, Sat Lantas ingin menciptakan keamanan yang berkelanjutan bagi anak-anak dan keluarga didalam perumahan.
“Harapan kami sederhana namun mendalam, meminimalisir angka kecelakaan dengan menanamkan budaya malu melanggar aturan, mulai dari lingkup terkecil,”tegas AKP Puteh.
Kini, mata publik tertuju pada Bumi Kodya Asri. Akankah perumahan ini berhasil memicu gelombang revolusi tertib lalu lintas diseluruh NTB? Kita tunggu aksinya,”tandasnya.
(Orik / 002)








