Home / Daerah / Wajah Baru Selong-Pancor: Pemkab Lotim Kucurkan Rp30 Miliar, Sulap Masjid Menuju Ikon Modern

Wajah Baru Selong-Pancor: Pemkab Lotim Kucurkan Rp30 Miliar, Sulap Masjid Menuju Ikon Modern

LCN – Lombok Timur,– NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah menyiapkan transformasi besar-besaran terhadap lanskap perkotaan dijantung kabupaten. Tidak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp30 miliar dari APBD dialokasikan untuk merombak Masjid Agung Al-Mujahidin Selong menjadi pusat peradaban yang terintegrasi dengan ruang publik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengungkapkan proyek mercusuar ini akan dilakukan secara tahun jamak (multi-years) selama tiga tahun ke depan.

Visi besar Bupati kali ini adalah menghapus sekat antara tempat ibadah dan ruang sosial. Konsep yang telah sukses diterapkan di Masjid Besar Masbagik akan diadaptasi ke dua titik sentral,yakni

1. Masjid Agung Al-Mujahidin Selong:Akan diintegrasikan langsung dengan kawasan Taman Tugu didepan Pendopo Bupati. Tujuannya, menciptakan kawasan iconic yang memadukan kekhusyukan ibadah dengan kenyamanan ruang terbuka hijau.

2. Masjid Besar At-Taqwa Pancor. Pemda berencana menyatukan area masjid dengan Ruang Terbuka Publik (RTP) sekitar. Saat ini, pemerintah tengah mempercepat kajian administratif agar lahan tambahan dapat segera dikelola optimal oleh pengurus masjid melalui mekanisme hibah.

“Pak Bupati ingin aset-aset ini dikelola secara optimal demi kemaslahatan jamaah. Kita ingin mewujudkan tatanan masyarakat yang tidak hanya religius, tapi juga modern dan tertata,”ujar Sekda saat menghadiri Pelantikan Pengurus Masjid At-Taqwa Pancor periode 2026-2030, Jumat malam (17/04)2026).

Menariknya, ditengah upaya modernisasi fisik tersebut, Sekda justru melempar pujian terhadap sistem manajemen masjid, khususnya di Pancor. Ia menyebut birokrasi pemerintahan harus belajar dari transparansi dan keikhlasan pengurus masjid.

“Pengurus bekerja tanpa gaji, tapi mampu menjaga amanah secara luar biasa. Tradisi keterbukaan aset dan sumbangan di Pancor adalah standar moral tinggi yang patut kami tiru dipemerintahan,”tegasnya dihadapan tokoh agama dan masyarakat yang hadir.

Disisi lain, mengingat posisi strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat, Sekda juga menitipkan pesan bagi jamaah calon haji Lombok Timur. Ditengah populasi Lotim yang menyentuh 1,5 juta jiwa, jamaah haji diharapkan menjadi duta etika ditanah suci.

Ia mengimbau jamaah untuk tidak “curhat”, mengeluhkan kendala teknis di media sosial yang bisa merugikan nama baik daerah. “Jika ada masalah, sampaikan langsung ke petugas kesehatan atau pendamping yang sudah kami siagakan. Disiplin medis dan komunikasi langsung adalah kunci kelancaran ibadah, “pungkasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *