Home / Daerah / Reuni Alumni 1993 SD 2 Cakranegara, Hangatkan Silaturahmi dan Hidupkan Kenangan Masa Kecil

Reuni Alumni 1993 SD 2 Cakranegara, Hangatkan Silaturahmi dan Hidupkan Kenangan Masa Kecil

LCN – Mataram — Waktu boleh berjalan lebih dari tiga dekade, namun ikatan batin tak pernah benar-benar pudar. Itulah yang tergambar dalam reuni Alumni 1993 SD 2 Cakranegara yang digelar dalam suasana hangat dan penuh keakraban di Perumahan River Side, Kelurahan Sandubaya, Cakranegara, Rabu malam (01/04/2026).

Pertemuan yang berlangsung sederhana itu justru menghadirkan makna mendalam. Bukan sekadar temu kangen, reuni ini menjadi ruang autentik bagi para alumni untuk kembali pada akar kebersamaan—sebuah fase hidup yang bebas dari sekat status sosial, jabatan, maupun capaian hidup.

Salah satu alumni, Wawan Rison, menegaskan bahwa pertemuan tersebut lebih dari sekadar nostalgia.

“Yang kita bangun di sini bukan hanya ingatan, tapi rasa. Rasa memiliki satu sama lain yang terbentuk sejak kecil dan tidak tergantikan oleh apapun,”ujarnya.

Menurut dia, justru dalam kesederhanaan acara, nilai kebersamaan itu terasa semakin kuat. Tidak ada formalitas yang kaku, tidak ada jarak sosial, yang ada hanyalah kejujuran, keterbukaan, dan tawa yang mengalir alami.

Lebih dari sekadar berbagi cerita masa lalu, reuni ini juga menjadi ruang refleksi perjalanan hidup. Para alumni yang kini telah menapaki beragam profesi kembali dipertemukan dalam satu titik: kenangan masa kecil yang membentuk karakter dan jati diri mereka hari ini.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain AA. Ketut Kerta Wirya, I Gusti Ayu Putu Sukreni, Ketut Suarsana, Gusti Ayu Ariningsih, serta Nyoman Wardani, yang masing-masing membawa cerita hidup dan kenangan yang memperkaya suasana.

Wawan menilai, di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, silaturahmi kerap menjadi hal yang terpinggirkan. Padahal, menurut dia, relasi lama justru memiliki nilai emosional yang tidak bisa digantikan oleh hubungan baru.

“Kesibukan sering membuat kita lupa dari mana kita berasal. Reuni ini seperti ‘reminder’ bahwa ada hubungan yang tidak boleh putus, karena di sanalah kita pernah tumbuh bersama,”katanya.

Lebih jauh, ia melihat reuni semacam ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Jaringan pertemanan lama, jika dirawat dengan baik, tidak hanya menjadi sumber dukungan emosional, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan sosial yang saling menguatkan dalam kehidupan nyata.

Suasana penuh canda, tawa, dan kehangatan yang mengalir sepanjang acara menjadi bukti bahwa waktu tidak mampu mengikis makna persahabatan sejati. Justru, jarak dan perjalanan hidup yang panjang telah mematangkan ikatan tersebut.

Reuni ini pada akhirnya menjadi penegasan sederhana namun kuat: bahwa di tengah perubahan zaman, kenangan masa kecil bukan sekadar cerita usang, melainkan fondasi yang terus hidup, menyatukan mereka dalam ikatan yang utuh, jujur dan tak lekang oleh waktu,”pungkasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *