LCN – Lombok Tengah, – NTB, Jeruji besi boleh saja membatasi ruang gerak, namun ia sama sekali tidak punya kuasa untuk mengurung masa depan. Semangat membara inilah yang tekesan kuat dalam kegiatan pembinaan intensif di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah, Jumat (22/05/2026).
Mendobrak stigma kaku kedinasan, LPKA Lombok Tengah resmi menggandeng Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Lombok Tengah untuk menggelar program kepramukaan yang dinamis dan menyentuh langsung aspek mentalitas anak binaan.
Dibawah bimbingan langsung Kakak Pembina Haris Fadli dan Nila Yunita, atmosfer LPKA seketika berubah. Ini bukan sekadar latihan baris-berbaris yang monoton. Para remaja yang tengah menjalani masa pidana ini justru digembleng dengan materi kerja sama tim, soliditas, dan pembentukan karakter positif. Mereka ditantang untuk meruntuhkan ego, membangun kembali kepercayaan diri yang sempat runtuh, dan bersiap memimpin dimasa depan.
“Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, mengungkapkan Pramuka bukan sekadar pelengkap jadwal kegiatan, melainkan instrumen krusial dan sakral untuk memulihkan kompas moral para anak binaan.
“Melalui kegiatan Pramuka ini, kami berharap anak binaan dapat belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menjalani proses pembinaan. Pramuka juga menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan dan jiwa kepemimpinan,”ujar Hidayat lugas.
Apresiasi tinggi juga disematkan Hidayat kepada Kwarcab Lombok Tengah. Sinergi ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa masyarakat dan elemen kepemudaan tidak berjalan menjauh, melainkan merangkul dan mengulurkan tangan demi masa depan anak-anak ini.
Lewat kerja sama taktis ini, seragam cokelat Pramuka yang mereka kenakan seolah menjadi simbol babak baru (new chapter). Target akhirnya sangat jelas: ketika pintu gerbang LPKA terbuka dan mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka tidak lagi dipandang dengan sebelah mata atau dicap sebagai mantan narapidana, melainkan berdiri tegak sebagai pemuda berkarakter yang siap berkontribusi bagi bangsa.
(Orik / 002)







