Home / Daerah / Lombok Timur Menuju ‘Kabupaten Entrepreneur’ Terbaik Nasional: Inovasi Pembiayaan Kreatif Jadi Senjata Utama

Lombok Timur Menuju ‘Kabupaten Entrepreneur’ Terbaik Nasional: Inovasi Pembiayaan Kreatif Jadi Senjata Utama

LCN – Lombok Timur, – NTB, Kabupaten Lombok Timur kini tidak lagi sekadar mengandalkan anggaran konvensional. Dibawah kepemimpinan, H. Haerul Warisin, daerah ini resmi terpilih menjadi nominator nasional Entrepreneur Government 2026. Sebuah pengakuan bergengsi bagi daerah yang mampu mengelola birokrasi dengan mentalitas kewirausahaan yang cerdas.

Dalam uji petik penilaian daring oleh Kemendagri, Senin (20/04), Bupati Warisin membedah “resep dapur” bagaimana Lombok Timur tetap lincah ditengah keterbatasan fiskal melalui skema.

Lombok Timur membuktikan digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan mesin uang. Dengan capaian PAD Rp 556 Miliar ditahun 2025, Pemda kini mematok target “Mustahil” yang mulai masuk akal. Target 100%.Seluruh transaksi pajak wajib non-tunai ditahun 2026.

Desa Digital, 100% Desa di Lombok Timur wajib aktif secara digital. Monitoring Real-Time, Transparansi pendapatan yang bisa dipantau detik demi detik melalui dashboard khusus.

Hal yang paling menarik perhatian tim penilai dari Kemendagri, IPDN, dan Ditjen Otda adalah keberanian Lombok Timur dalam mengelola aset dan layanan:

1.BUMD Bukan Benalu, Enam BUMD diarahkan menjadi penyangga kebutuhan rakyat (pupuk, air, UMKM) namun tetap produktif menyumbang dividen.

2. Simbiosis BMD, Pengelolaan barang milik daerah kini menggunakan sistem bagi hasil 40/60 dengan swasta. Daerah untung, pengusaha berkembang, dan fasilitas publik terehabilitasi tanpa membebani APBD.

3. Kesehatan Rasa Korporasi, Transformasi Puskesmas dan RSUD menjadi BLUD memberikan otonomi penuh untuk meningkatkan kualitas fasilitas tanpa harus menunggu birokrasi anggaran yang berbelit.

Menjawab keluhan jalan gelap yang bertahun-tahun menghantui, Bupati Warisin memaparkan terobosan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) untuk penerangan jalan. Skema ini menjadi solusi instan bagi keselamatan warga dititik-titik rawan tanpa harus menunggu anggaran daerah mencukupi.

“Kami tidak hanya mengejar laba, tapi memastikan setiap rupiah dari aset daerah kembali dalam bentuk layanan publik yang prima,”tegas Bupati Warisin dihadapan Dirjen Bina Keuangan Daerah, A. Fatoni.

Lombok Timur kini tinggal selangkah lagi untuk dinobatkan sebagai jawara nasional, membuktikan dari timur Indonesia, inovasi pembiayaan kreatif bisa menjadi percontohan bagi kabupaten lain diseluruh nusantara,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *